Jumat, 25 Maret 2011

KELAS XI

Menghitung Elektron Valensi Golongan Utama Dan Logam Transisi

Banyak siswa maupun mahasiswa yang masih bingung untuk menghitung elektron valensi dari unsur yang ada di golongan utama dan golongan transisi, nah dalam artikel ini maka saya akan menunjukkan cara menghitung elektron valensi untuk kedua golongan tersebut.


Oh ya kita definisikan dulu yuk apa itu pengertian elektron valensi:
‘Elektron valensi didefinisikan sebagai elektron yang terletak di bagian kulit paling luar atau di kulit yang memiliki tingkat energi yang paling tinggi, untuk mudahnya adalah elektron yang terletak di kulit dengan bilangan kuantum utama ‘n’ paling besar”
Jadi untuk menentukan elektron valensi dari golongan utama yang terelatak pada periode kedua dengan konfigurasi elektron sebagai berikut:
3Li 1s2 2s1
4Be 1s2 2s2
5B 1s2 2s2 2p1
6C 1s2 2s2 2p2
7N 1s2 2s2 2p3
8O 1s2 2s2 2p4
9F 1s2 2s2 2p5
10Ne 1s2 2s2 2p6
atau untuk kelas X SMU biasanya menggunakan rumus 2|8|18|32 dan seterusnya
3Li 2 1
4Be 2 2
5B 2 3
6C 2 4
7N 2 5
8O 2 6
9F 2 7
10Ne 2 8
Sesuai dengan definisi diatas maka elektron valensi dari 8 unsur golongan utama diatas adalah semua elektron yang terdapat di kulit utama ‘n’ = 2 yaitu ada di orbital s untuk Li dan Be masing-masing 1 dan 2. Serta di orbital 2s dan 2p untuk sisanya yaitu 3,4,5,6,7,8 untuk B, C, N, O, F, dan Ne.
Mudah bukan? hal yang sama juga dapat Anda lakukan untuk unsur golongan utama yang lain. Sedikit perbedaan terjadi pada unsur golongan transisi contohnya untuk logam transisi.
periode 4
21Sc 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d1
22Ti 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d2
23V 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3
24Cr 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5
26Fe 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6
periode 5
46Pd 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10
47Ag 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 5s1 4d10
maka elektron valensi untuk Sc, Ti, V, Cr, dan Fe masing-masing adalah 2,2,2,1,dan 2. yaitu elektron yang terletak pada kulit terluar yaitu dikulit 4s. Hal yang sama terjadi pada unsur transisi periode kelima yaitu untuk Pd dan Ag masing-masing adalah 18 dan 1.
Jika kita menggambar struktur Lewis atau diagram molekular untuk logam transisi maka semua elektron valensi logam transisi yang terdapat dalam orbital d kita ikut sertakan, jadi untuk kasus Sc elektron valensinya adalah 3 , Ag 11, dan Pd adalah 18.
Mengapa hal ini terjadi?
Berbeda dengan unsur yang terdapat dalam golongan utama yang memenuhi aturan oktet, namun sayangnya aturan oktet ini tidak berlaku bagi golongan transisi jadi.
Penggunaan “Kaidah 18″ lebih mudah diterapkan dalam unsur golongan transisi. Sehingga golongan transisi akan cenderung membentuk ikatan dengan jumlah elektron 18, hal yang sama terjadi pada unsur golongan utama yang cenderung meniru gas mulia dengan konfigurasi elektron terluar adalah 8.
Jadi jumlah 18 ini adalah akibat penambahan 10 elektron dari orbital d. Jadi untuk Fe maka elektron valensinya adalah 8, Cr elektron valensinya 6, Ni elektron valensinya 10, Ag elektron valensinya 11.
Dengan cara yang sama kamu juga dapat menghitung elektron valensi logam transisi yang lain.

Bagaimana Menentukan Unsur Blok D Di Sistem Periodik Unsur

Aug 1, 2010 by indigoMorie
Unsur logam transisi atau biasa di sebut sebagai blok d merupakan unsur-unsur yang muncul setelah periode 3. Unsur-unsur di blok d atau unsur transisi orbital 3d nya sudah mulai terisi dan memiliki sifat yang unik misalnya pada umumnya larutannya berwarna.
Menentukan letak golongan B dlam sistem periodik sedikit berbeda dengan menentukan golongan s dan p, hal ini disebabkan rumus yang dimiliki agak sedikit berbeda. Gunakan rumus berikut untuk menentukan letak golongan transisi dalam sistem periodik.
  • IB——(n-1)d10 ns1
  • IIB—-(n-1)d10 ns2
  • IIIB—(n-1)d1 ns2
  • IVB—-(n-1)d2 ns2
  • VB —-(n-1)d3 ns2
  • VIB—(n-1)d5 ns1
  • VIIB–(n-1)d5 ns2
  • VIIIB-(n-1)d6,7,8 ns2
Yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut,
Pastikan bahwa bilangan kuantum di d adalah kurang 1 dari bilangan kuantum s contohnya untuk Cu 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1 bisa dilihat bahwa bilangan kuantumnya berselisih 1 yaitu 3d10 4ns1 jadi selisih ini harus berurutan misalnya 4d 5s atau 5d 6s.
Letak periode diketahui dengan cara menentukan terlebih dahulu bilangan kuantum pada elektron valensinya. Seperti contoh berikut;
Cr 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1
Mo 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d5 5s1
W  1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 410 4f14 5s2 5p6 5d4 6s2
dari contoh diatas diketahui bahwakarena masing-masing elektron valensi berada di 4s1, 5s1, dan 6s2 maka periodenya adalah 4, 5, dan 6.

Bagaimana Cara Kita Menentukan Letak Atom Dalam System Periodik:Bagian I Golongan Utama atau Golongan s dan p

Aug 13, 2008 by indigoMorie
Bagaimanakah kita bisa menentukan kedudukan suatu atom di dalam system periodik? Hal yang paling mudah untuk melihat golongan atom adalah dengan menentukan konfigurasi elektron atom tersebut dan melihat letak orbital untuk elektron valensinya, sedangkan untuk menentukan periodenya anda bisa melihat kulit terluar atom tersebut atau dengan melihat bilangan kuantum “n” yang terbesar.
Untuk golongan utama (golongan representative) anda dapat menentukan letaknya di dalam system periodik dengan menggunakan rumus berikut:
Golongan
Rumus e- Valensi
Contoh
IA
ns1Na = [Ne] 3s1
II A
ns2Ca = [Ar] 4s2
III A
ns2 np1Ga = [Ar] 3d10 4s2 4p1
IV A
ns2 np2Sn = [Kr] 4d10 5s2 5p2
V A
ns2 np3P = [Ne] 3s2 3p3
VI A
ns2 np4Se = [Ar] 3d10 4s2 4p4
VII A
ns2 np5I = [Kr] 4d10 5s2 5p5
VIII A
ns2 np6Xe = [Kr] 4d10 5s2 5p6
Yang harus dicermati disini adalah bahwa nilai “n” harus sama dan memiliki nilai yang paling besar dan orbital (n-1)d-nya harus terisi penuh, Agar anda lebih jelas silahkan anda melihat contoh berikut ini:
X =  1s2 2s2 2p4
Elektron valensinya ada dikulit ke 2 atau n=2 yaitu 2s2 2p4, ini sesuai dengnan rumus ns2 np4, jadi atom X berada di golongan 6A dan periode 2 (sebab kulit terluarnya adalah 2 yaitu pada n=2).
Y =  1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d6 4s2
Menurut anda apakah atom Y adalah golongan IIA (sebab anda melihat elektron valensinya 4s2) ? Kalau anda menganggap demikian maka anda harus lebih berhati-hati dan anda harus melakukan analisis berikut:
Untuk golongan A maka:
nilai n harus sama pada nsx npy, untuk atom Y diatas apabila dia ada digolongan A maka seharusnya ada orbital 4p agar memenuhi syarat ini tapi diatas hanya ada 4s2 saja. Orbital (n-1)d yaitu 3d milik atomn Y diatas tidak terisi penuh (10 elektron) melainkan hanya 6 saja, apabila dia ada di golongan A maka elektron di 3d harusnya ada 10 elektron. Dari dua hal diatas maka atom Y bukan terletak pada golongan A (unutk lebih jelas lihat pembahasan di artikel ini), bandingkan dengan atom Z dibawah ini
Z = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2
Untuk atom Z orbital di (n-1)d terisi penuh 10 elektron maka kita tinggal melihat elektron valensinya yaitu di 4s2, ini berarti atom Z ada di golongan IIA periode 4 golongan 2A. Dari keterangan diatas maka saya harap anda lebih megerti untuk penentuan kedudukan atom pada system periodic untuk golongan utama.

Bilangan Kuantum Azimut dan Magnetik

Aug 12, 2008 by indigoMorie
Setelah mengetahui bilangan kuantum utama, dan bilangan kuatum spin maka saatnya kita mempelajari bilangan kuantum azimut dan bilangan kuantum magnetik.
Bilangan Kuantum Azimut (dilambangkan dengan “l”)
Bilangan kuantum azimuth disebut juga bilangan kuantum momentum angular, bilangan kuantum ini berhubungan dengan bentuk orbital. Artinya nilai l yang berbeda menunjukan bentuk orbital yang berbeda pula. Nilai l adalah dari 0 hingga n-1. Adapun bentuk orbital dengan nilai bilangan kuantum azimuth 1 sampai 3 adalah sebagai berikut:
l = 0 bentuk orbitalnya disebut “orbital s”
l = 1 bentuk orbitalnya disebut “orbital p”
l = 2 bentuk orbitalnya disebut “orbital d”
l = 3 bentuk orbitalnya disebut “orbital f”
Bilangan kuantum magnetik
Bilangan kuantum ini menunjukan orientasi orbital di dalam ruang relative dengan kedudukan orbital yang lain dalam atom. Besarnya nilai m ditentukan dari “+l” hingga “-l”. Artinya untuk l = 0 maka nilai m nya adalah 0, untuk l=1 maka nilai m nya adalah -1,0, dan 1. Jadi setiap nilai m menunjukan satu ruang orbital di dalam sub kulit atom. Perhatikan contoh berikut:
l = 0 bentuk orbitalnya disebut “orbital s” dan nilai m yang mungkin adalah 0 sehingga orbital s hanya memiliki 1 ruang orbital
l = 1 bentuk orbitalnya disebut “orbital p” dan nilai m yang mungkin adalah -1, 0, dan 1 sehingga orbital p memiliki 3 ruang orbital p dengan orientasi yang berbeda yaitu Px, Py, Pz.
l = 2 bentuk orbitalnya disebut “orbital d” dan nilai m yang mungkin adalah -2,-1, 0, 1, dan 2, sehingga orbital d memiliki 5 ruang orbital d dengan orientasi yang berbeda, yaitu dxz, dyz, dxy, dx2-y2 dan dz2.
l = 3 bentuk orbitalnya disebut “orbital f” dan nilai m yang mungkin adalah -3,-2,-1, 0, 1, 2, dan 3, sehingga orbital f memiliki 7 ruang orbital dengan orientasi yang berbeda.


Bilangan kuantum utama (dilambangkan dengan huruf “n”)

Aug 12, 2008 by indigoMorie
Bilangan kuantum ini berhubungan dengan tingkatan energi dan ukuran orbital, semakin besar nilai “n” maka elektron menduduki orbital dengan tingkat energi yang lebih besar dan ukuran orbitalnya juga semakin besar. Bilangan kuantum utama ini juga bisa diartikan sebagai kulit atom, n=1 artinya elektron berada pada kulit pertama, dan seterusnya. Kita tahu bahwa bilangan kuantum ini juga menjelaskan tingkatan-tingakatan orbital dalam model atom Bohr, jadi model atom Bohr menggunakan satu bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama.
Persamaan gelombang Schrodinger mendiskripsikan bahwa energi yang berhubungan dengan elektron adalah sudah terkuanta artinya elektron menempati orbital dengan tingkat-tingkat energi tertentu. Energi yang berhubungan dengan elektron didalam atom hidrogen dinyatakan sebagai:
Dengan n adalah bilangan bulat, n inilah yang disebut sebagai bilangan kuantum utama.
Berapa nilai “n”?
n memiliki nilai semua bilangan positif yaitu 1,2,3, dan seterusnya hingga tak terbatas. Simbol lain untuk menyebut urutan ini adalah dengan menyebut kulit K, L, M, N, dan seterusnya. Ingat bahwa nilai n yang berbeda menunjukan tingkatan energi yang berbeda.
Elektron dapat berpindah dari satu tingkat energi ke tingkat energi yang lain. Bila dari tingkat n=1 ke n=3 maka elektron akan menyerap energi, dan bila berpindah dari n = 5 ke n=4 maka elektron akan melepaskan energi, energi yang dilepaskan ini berupa emisi cahaya dengan panjang gelombang tertentu.
Baca disini untuk mengetahui tentang bilangan kuantum azimut-magnetik dan bilangan kuantum spin.

0 komentar:

Poskan Komentar

L a b e l s

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani