Tampilkan postingan dengan label AGAMA ISLAM XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA ISLAM XI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2011

AGAMA ISLAM XI

DOSA-DOSA BESAR

Dosa-Dosa Besar, dan Dosa Kecil yang Menjadi Besar

27
7
  
Rate This

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)”. An Nisaa: 31

Selasa, 29 Maret 2011

AGAMA ISLAM XI

DOSA-DOSA BESAR

Dosa-Dosa Besar, dan Dosa Kecil yang Menjadi Besar

27
7
  
Rate This

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)”. An Nisaa: 31

AGAMA ISLAM XI

menyantuni kaum duafa

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Menyantuni kaum dhuafa

A. Surah Al Isra 26-27
Dalam upaya menanamkan kepekaan untuk saling tolong-menolong tersebut, kita dapat membiasakan diri dengan menginfakkan atau memberikan sebagian rezeki yang kita peroleh meskipun sedikit.


1. Asbabun Nuzul

AGAMA ISLAM XI

IMAN KEPADA KITAB ALLAH

Posted by Bustamam Ismail on November 27, 2007

Pengertian iman kepada kitab-kitab Allah adalah mempercayai dan meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitabnya kepada para nabi atau rasul yang berisi wahyu Allah untuk disampaikan

AGAMA ISLAM XI

menghargai karya orang lain

maksud menghargai karya orang lain

    Kita tidak hanya sedirian di dunia ini. Kita selalu hidup bersama sama dengan orang lain.Kita bergaul dengan teman teman pada waktu belajar dan bermain, di rumah kita bergaul dengan keluarga, di lingkungan tempat tinggal kita bergaul dengan tetangga.

AGAMA ISLAM XI

menghargai karya orang lain

maksud menghargai karya orang lain

    Kita tidak hanya sedirian di dunia ini. Kita selalu hidup bersama sama dengan orang lain.Kita bergaul dengan teman teman pada waktu belajar dan bermain, di rumah kita bergaul dengan keluarga, di lingkungan tempat tinggal kita bergaul dengan tetangga.

AGAMA ISLAM XI

menyantuni anak yatim

Oleh RUDI SETIADI
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1204/10/renungan_jumat.htm
ANAK yatim adalah anak yang ditinggalkan mati ayahnya selagi ia belum mencapai umur balig. Dalam Islam, anak yatim memiliki kedudukan tersendiri. Mereka mendapat perhatian khusus dari Rasulullah saw. Ini tiada lain demi untuk menjaga kelangsungan hidupnya agar jangan sampai telantar hingga menjadi orang yang tidak bertanggung jawab.

AGAMA ISLAM XI

Taubat dan raja

TAUBAT

Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk bertaubat agar mereka beruntung. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat An-Nur ayat 31 yang artinya “ Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (Q.S. An Nur (24) : 31) dalam ayat lain dikatakan (Q.S. Al Baqarah (2) : 222) yang artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang mensucikan diri.” (Q.S. Al Baqarah (2) : 222).

Arti Taubat

Menurut bahasa, arti taubat adalah kembali. Maksudnya, kembali dari segala yang tercela menurut agama Islam , menuju semua hal yang terpuji. Taubat apabila dibahasakan secara ringkas adalah meninggalkan atau menyesali dosa dan berjanji tidak mengulanginya lagi. (penyesalan atas semua perbuatan tercela yang pernah dilakukan).

Untuk membersihkan hati dari dosa yang pernah dilakukannya, manusia diperintahkan untuk bertaubat. Tobat merupakan media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT memerintahkan dalam hal taubat ini berupa taubat yang semurni-murninya sebagaimana firman-Nya dalam suart At Tahrim (66) ayat 8 yang artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.” (Q.S. At Tahrim (66) : 8).

Nabi Muhammad SAW, meskipun telah dijamin atau terpelihara dari segala dosa (maksum), tetap bertaubat dan mohon ampun kepada Allah SWT. Berbicara masalah taubat, ternyata berkaitan erat dengan istighfar yaitu memohon ampun dari semua dosa kepada Allah SWT dengan menundukkan hati, jiwa dan pikiran. Istighfar tidak hanya melisankan dengan “astghfirullahal “adzim”, tetapi harus disertai dengan keseriusan dan harapan untuk memperoleh ampunan Allah SWT. (pelajari Qur’an surat Al Baqarah (2) ayat 286 dan Surat At Tahrim (66) ayat 8).

Tahapan Taubat

Dalam bertaubat, ada tiga tahapan, tahap pertama yaitu berpaling dari dosa karena takut kepada Allah SWT. Tahapan seperti ini merupakan tahapan orang mukmin biasa. Kedua yaitu inabat, yaitu taubat karena ingin mendapat balasan atau pahala dari Allah SWT, Inabat merupakan tahapan para wali dan yang diridhai Allah SWT. Ketiga yaitu aubat, aubat adalah taubat karena mematuhi perintah allah SWT, bukan karena menginginkan pahala atau takut kepada Allah SWT. Aubat merupakan tahapan para nabi dan rasul.

Syarat Keberhasilan Taubat

Taubat dinilai sah dan dapat menghapus dosa apabila telah memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Kalangan ahli sunah mengemukakan bahwa keberhasilan taubat tergantung pada tiga syarat:

1. Menyesal atas pelanggaran yang dilakukan

2. Meninggalkan pelanggaran yang dilakukan dengan segera

3. Memutuskan untuk tidak kembali kepada maksiat

Setelah ketiga syarat tersebut dipenuhi, diiringi atau diikutinya dengan perbuatan yang baik. Karena perbuatan baik akan menghapus keburukan. Sebagaimana Firman allah SWT dalam surat Hud ayat 11 yang artinya: “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. (Q.S. Hud (11) : 114)

ROJA’

Raja’ berarti harapan. Maksudnya adalah mengharap ridha Allah SWT. Raja’ termasuk akhlak yang terpuji yaitu suatu akhlak yang dapat berguna untuk mempertebal iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Sebagai muslim dan muslimah tentunya mengharapkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Supaya harapan tersebut dapat tercapai maka harus menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.dan tidak lupa untuk berdo’a. Dalam surat Al Mukmin (40) ayat 60 dikatakan: Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (Q.S. Al Mukmin (40) : 60).

Seorang yang beriman kepada Allah SWT tentunya memiliki sifat raja’. Dengan sifat raja’ tersebut maka akan tercermin suatu sikap yang khusnudzon, berhaluan maju, dan berpikir yang islami.

Khusnudzon adalah sifat yang terpuji yaitu sifat yang menunjukkan prasangka yang baik. Sifat kebalikannya adalah su’udzan yaitu suatu prasangka buruk. Seseorang yang bersifat raja’ akan selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT, selalu optimis dalam hidup guna meningkatkan kualitas hidup, berusaha sekuat tenaga untuk meraih yang diinginkan, masalah hasil diserahkan kepada Allah SWT

Berhaluan maju artinya dalam hidup dan kehidupan seorang muslim selalu dinamis, terus menerus dan sungguh-sungguh dalam meningkatkan dan mengaktualkan kualitas diri. Kebalikan dari sifat berhaluan maju ialah berhaluan mundur yaitu suatu sifat yang tercela dan menghambat dalam kemajuan dan sangat merugikan. Seseorang yang berhaluan mundur tidak kompetitif, sehingga yang ada adalah kemalasan yang menyebabkan tidak berkualitas.

Berfikir yang Islami adalah suatu sifat yang sehat dan terpuji, tajam dalam analisa dan berusaha untuk menunjukkan kesalahan dan kekurangannya sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah. Dengan berpikir yang islami maka akan sangat terjauhkan dari hal-hal yang bersifat kasar, menyakitkan hati, tempramen, mendengki dan bermusuh-musuhan.

Berpikir yang Islami merupakan berpikir dalam rangka mencari ridho allah SWT, sehingga dengan pemikiran tersebut dapat mengenali dirinya sendiri dengan menyadari bahwa hidup ini tidak lain adalah untuk menyembah kepada Allah SWT yaitu dengan melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. (Baca surat Adzariyat ayat 56)

AGAMA ISLAM XI

Dajjal dan Ya'juj

Di Manakah Dajjal dan Ya’juj Wa Ma’juj Tinggal?
Posted by Cakra on 18 May 2010
AL JASASSAH |> TEMAN DAJJAL DI PENGASINGANNYA
|____________________________________________
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Fathimah binti Qais berkata,”Aku mendengar suara seruan dari muadzin Rasulullah saw untuk melaksanakan shalat maka aku pun berangkat ke masjid dan shalat bersama Rasulullah saw. Aku shalat di shaff para wanita dibelakang kaum laki-laki. Ketika shalat sudah selesai,

AGAMA ISLAM XI

dzalim

3 macam kedzaliman
1. Dzalim kepada Alloh ( Dzalim yang paling besar )
Yaitu syirik dan kufur kepada Alloh. Dzolim yang semacam ini adalah dzolim yang
tak terampuni.
2. Dzalim yang terjadi pada sesama manusia dan lingkungan . bentuk kedzaliman
yang ini cukup beragam, dan sangat berbahaya jika tidak dicegah karena bisa

AGAMA ISLAM XI

Advertising


From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search

Jumat, 25 Maret 2011

KELAS XI IPA AGAMA ISLAM


SEKILAS TENTANG TANDA-TANDA HARI KIAMAT

  Sesungguhnya setiap makhluk hidup apakah itu manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan memiliki tanda-tanda dari akhir kesudahan hidupnya di dunia. Tanda-tanda dekatnya kematian manusia adalah rambut beruban, tua, sakit, lemah. Begitu juga halnya dengan hewan, hampir sama dengan manusia. Sedangkan tumbuhan warna menguning, kering, jatuh, lalu hancur. Demikian juga alam semesta, memiliki tanda-tanda akhir masanya seperti kehancuran dan kerusakan.Saa’ah asalnya adalah sebagian malam atau siang. Dikatakan juga: Saa’at segala sesuatu berarti waktunya hilang dan habis.



Kamis, 24 Maret 2011

KELAS XI

MATERI PENGYAAN BAB IV TENTANG PEREKONOMIAN ISLAM

Dalam bidang muamalah ( aspek interaksi sesama manusia ), Islam tidak mengaturnya secara rinci , karena kehidupan manusia itu akan selalu berubah dan bergerak menuju kesempurnaan sampai bumi ini lenyap . Karena itu bentuk bentuk hubungan social politik , ekonomi maupun kebudayaan , manusia diperintahkan untuk mengaturnya sendiri sepanjang tidak keluar dari prinsip prinsip dasar yang telah ditetapkan oleh Islam .

L a b e l s

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani